Manajemen Hipotermia pada Korban Bencana Alam di Fase Pra-Rumah Sakit : Studi Kasus di Dataran Tinggi Malino

Main Article Content

Samsir
Alamsyah
Muh Yunus
Tut Handayani

Abstract

Latar Belakang, Wilayah Malino, Kabupaten Gowa, merupakan daerah dataran tinggi yang rawan bencana hidrometeorologi. Kondisi lingkungan yang dingin meningkatkan risiko hipotermia pada korban bencana, yang dapat memperburuk kondisi trauma melalui mekanisme Trias Kematian. Namun, fokus penanganan pra-rumah sakit seringkali hanya pada trauma fisik, mengabaikan manajemen suhu tubuh. Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan gambaran manajemen hipotermia yang dilakukan oleh tim penolong di fase pra-rumah sakit. Metode, Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 53 orang yang terdiri dari personel TRC, Tagana, dan tenaga kesehatan Puskesmas di Kecamatan Tinggimoncong. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil, Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori Cukup (52,8%). Dalam praktik lapangan, tindakan memindahkan korban ke tempat aman dilakukan oleh 94,3% responden, namun pelepasan pakaian basah hanya dilakukan oleh 60,4%. Penggunaan alat thermal blanket sangat rendah (28,3%) dikarenakan keterbatasan logistik. Kesimpulan, Manajemen hipotermia di Malino belum optimal, terutama pada aspek exposure (pelepasan pakaian basah) dan rewarming (penghangatan) akibat kurangnya alat spesifik. Diperlukan pengadaan thermal blanket dan pelatihan intensif bagi relawan di daerah dataran tinggi.

Article Details

Section
Articles

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Data informasi bencana Indonesia (DIBI). Jakarta: BNPB.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa. (2022). Kecamatan Tinggimoncong dalam angka 2022. Gowa: BPS Kabupaten Gowa.

Brown, D. J. A., Brugger, H., Boyd, J., & Paal, P. (2020). Accidental hypothermia. The New England Journal of Medicine, 367(20), 1930–1938.

Hall, J. E., & Guyton, A. C. (2019). Guyton and Hall textbook of medical physiology (13th ed.). Philadelphia: Elsevier.

Kortbeek, J. B., Al Turki, S. A., Ali, J., et al. (2018). Advanced trauma life support (ATLS) student course manual (10th ed.). Chicago: American College of Surgeons.

National Association of Emergency Medical Technicians. (2020). PHTLS: Prehospital trauma life support (9th ed.). Burlington: Jones & Bartlett Learning.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Jakarta: Salemba Medika.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.

Rugg, C., Zafren, K., & Paal, P. (2021). Prehospital management of accidental hypothermia. Current Opinion in Critical Care, 27(6), 643-649.

Sari, D. P., & Indrawati, L. (2021). Pengetahuan relawan bencana tentang manajemen hipotermia pada korban bencana banjir. Jurnal Keperawatan Gawat Darurat, 3(2), 45-52.

Sari, D. P., Indrawati, L., & Purnomo, A. (2021). Analisis faktor risiko hipotermia pada pendaki gunung di Indonesia. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(1), 30-36.

Setiati, S., Alwi, I., Sudoyo, A. W., et al. (2019). Buku ajar ilmu penyakit dalam (6th ed.). Jakarta: InternaPublishing.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Widyawati, I. Y., & Ningsih, D. K. (2022). Gambaran pengetahuan tim reaksi cepat dalam penanganan kegawatdaruratan lingkungan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 5(2), 112-120.