Hubungan Nomophobia, Distraksi Digital, dan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Unsafe Behavior pada Mahasiswa Fkm Uniska
Main Article Content
Abstract
ABSTRAK
Peningkatan ketergantungan teknologi digital berpotensi memicu gangguan kognitif dan perilaku berisiko keselamatan. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional ini bertujuan menganalisis hubungan antara nomophobia, distraksi digital, dan durasi penggunaan smartphone dengan unsafe behavior pada mahasiswa tingkat akhir FKM UNISKA MAB Banjarmasin Tahun 2026. Sampel berjumlah 100 mahasiswa dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari total populasi 134 orang di enam peminatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden mengalami nomophobia sedang (87,0%), distraksi digital sedang (92,0%), durasi smartphone sedang (65,0%), dan unsafe behavior sedang (70,0%). Analisis bivariat mengungkapkan tidak terdapat hubungan signifikan antara nomophobia (p=0,334) maupun distraksi digital (p=0,089) dengan unsafe behavior. Namun, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi penggunaan smartphone dengan unsafe behavior (p=0,033). Kesimpulannya, akumulasi durasi pemaparan layar harian (screen time) merupakan determinan utama yang berhubungan langsung dengan unsafe behavior. Institusi direkomendasikan memformulasi program edukasi rekayasa perilaku keselamatan berbasis digital (digital ergonomics) guna memitigasi risiko di lingkungan kampus.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Azizah, N. (2025). Adiksi digital dan perubahan perilaku siswa di era modern. Jurnal Psikologi Perkembangan, 14(1), 45–58. https://doi.org/10.31219/jpp.v14i1.4558
Azizah, N., & Ihsan, M. (2025). Nomophobia pada mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau. Jurnal Komunikasi dan Sosial, 8(2), 112–125. https://doi.org/10.31292/jks.v8i2.1125
Byington, K. W., & Schwebel, D. C. (2013). Pedestrians distracted by smartphones: An emerging public health concern. Accident Analysis & Prevention, 51, 301–306. https://doi.org/10.1016/j.aap.2012.11.025
Chandra, C., Indah, M. F., & Ernadi, E. (2022). Hubungan durasi penggunaan gadget dengan kesehatan mata dan pola tidur siswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 88–96. https://doi.org/10.26714/jkmi.v17i3.8896
Fajri, N., & Karyani, U. (2021). Hubungan antara nomophobia dengan tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Terapan, 9(2), 115–124. https://doi.org/10.23917/jpt.v9i2.115124
Fasya, Z. H., Rahman, A., & Lestari, S. (2025). Analisis perilaku tidak aman akibat gangguan gadget pada usia produktif. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan, 10(1), 33–42. https://doi.org/10.35308/jkk.v10i1.3342
Fitrhi, A. (2016). Metodologi penelitian kesehatan dan rancangan penelitian kuantitatif. Salemba Medika.
Gezgin, D. M., Cakir, O., & Yildirim, S. (2018). The relationship between nomophobia and smartphone addiction among college students. Educational Technology Research and Development, 66(6), 1499–1511. https://doi.org/10.1007/s11423-018-9613-2
Hutauruk, R., Siregar, M., & Pratama, B. (2024). Dampak gangguan digital terhadap efektivitas akademik dan kognitif. Jurnal Pendidikan Teknologi, 6(2), 201–210. https://doi.org/10.31004/jpt.v6i2.201210
Kase, R., Utami, P., & Hartono, S. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tidak aman pada pelajar kesehatan. Jurnal K3 Indonesia, 18(2), 105–114. https://doi.org/10.20473/jk3i.v18i2.105114
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Patil, A., Patil, S., & Shinde, R. (2019). Impact of digital distraction on cognitive overload and human performance. International Journal of Cognitive Ergonomics, 15(2), 112–120. https://doi.org/10.1016/j.ijce.2019.04.011
Prasetyo, A., Hidayat, T., & Nugroho, W. (2024). Analisis distraksi digital terhadap penurunan kewaspadaan dan tindakan tidak aman pada pekerja industri. Jurnal Ergonomi Indonesia, 10(1), 45–56. https://doi.org/10.24843/jei.2024.v10.i01.p05
Putrawan, I. J., Suryani, L., & Wijaya, H. (2026). Hubungan durasi penggunaan smartphone dengan kualitas tidur dan kewaspadaan siswa. Jurnal Kesehatan dan Ergonomi, 11(1), 15–28. https://doi.org/10.31258/jke.v11i1.1528
Rahmawati, D., Susanto, E., & Handayani, R. (2023). Persepsi gangguan digital dan kaitannya dengan perilaku selamat di lingkungan kerja pejalan kaki. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 22–31. https://doi.org/10.14710/jpki.18.1.22-31
Rizky, A. (2026). Teori atensi dan beban kognitif dalam fenomena gangguan digital. Jurnal Psikologi Kognitif, 9(1), 77–89. https://doi.org/10.22146/jpk.v9i1.7789
Sari, D. P. (2023). Tingkat nomophobia dan kepatuhan keselamatan kerja pada mahasiswa kesehatan. Jurnal Promosi Kesehatan, 11(2), 140–150. https://doi.org/10.20473/jpk.v11i2.140150
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sweller, J. (1988). Cognitive load during problem solving: Effects on learning. Cognitive Science, 12(2), 257–285. https://doi.org/10.1207/s15516709cog1202_4
We Are Social, & Meltwater. (2026). Digital 2026: Global overview report. DataReportal. https://datareportal.com/reports/digital-2026-global-overview-report
Wijaya, R., & Rahayu, S. (2025). Pengaruh nomophobia terhadap perilaku pengemudi berisiko di jalan raya. Jurnal Keselamatan Transportasi, 7(1), 50–61. https://doi.org/10.25105/jkt.v7i1.5061
Yildirim, C., & Correia, A. P. (2015). Exploring the dimensions of nomophobia: Development and validation of a self-reported questionnaire. Computers in Human Behavior, 49, 130–137. https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.02.059